Senin, 30 Mei 2011

Info Sains

Aeoquorea victoria
si ubur-ubur hijau  yang bermanfaat

(Nirmala Sari Nasution)

            Aeoquorea victoria atau ubur-ubur hijau  merupakan salah satu spesies dari phylum Coelenterata yang akhir-akhir ini populer dalam bidang biologi dan kedokteran.  Dari hasil penelitian diketahui ubur-ubur ini mengandung protein hijau bercahaya atau Green Fluorescent Protein (GFP).  Sebenarnya ubur-ubur ini tidak berwarna (transparan), tetapi karena mengandung protein, ubur-ubur ini akan menyala berwarna hijau saat diterangi cahaya ultraviolet.  Hal ini disebut fluorescens, artinya memancarkan cahaya saat disinari.  Penemuan GFP yang ada pada ubur-ubur hijau ini merupakan penemuan yang fantastis dalam dunia kedokteran.  Berbagai proses dalam tubuh yang tadinya tidak bisa dilihat, seperti perkembang-an sel-sel syaraf dalam otak, penyebaran sel penyakit kanker, kerusakan sel syaraf pada penderita Alzheimer kini bisa diamati.  Caranya dengan menempelkan GFP pada protein-protein lain yang ingin diteliti.  Protein-protein tersebut akan terlihat ketika disinari oleh cahaya UV dan peralatan kedokteran.
            Ubur-ubur hijau hidup di Pantai barat Lautan Pasifik. Ubur-ubur ini termasuk jenis hydromedusae.  Ciri-cirinya antara lain transparan dan berbentuk payung atau bel.  Ubur-ubur hijau dewasa berdiameter sekitar 8 -25 cm.  Hidup sekitar 6 bulan.  Jika merasa terganggu, lebih dari seratus organ penghasil cahaya di bagian luar payung/belnya akan memancarkan cahaya biru kehijauan.
            Peneliti yang pertama sekali menemukan protein  GFP pada ubur-ubur ini adalah Oshamu Shimura dari Jepang, pada tahun 1962.  Selanjutnya penelitian ini dikembangkan di bidang kedokteran  oleh Martin Chalfie dan Roger Tsien dari Amerika Serikat.  Pada tahun 2008 kemaren beliau bertiga mendapat penghargaan Nobel Kimia.  Hayoooo…siapa  yang mau nerusin profesi bapak-bapak tersebut jadi peneliti?
 
Aeoquorea victoria (ubur-ubur hijau) yang ber-
                                       manfaat

Sabtu, 23 April 2011

Klasifikasi Makhluk Hidup (3)

Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
            Organisme eukaryotic, multiseluler dan autotrof dimasukkan ke dalam kingdom plantae. Kingdom ini terdiri dari tiga division, yaitu:
1.      Bryohyta (Lumut)
2.      Pteridophyta (Paku-pakuan)
3.      Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji), yang terdiri dari dua sub divisi, yaitu Gymnospermae dan Angiospermae
Bryophyta (Lumut)
            Lumut hidup di tempat-tempat lembab, seperti batu-batuan, tembok, pohon-pohon besar. Ukuran tubuh relatif kecil, mempunyai struktur menyerupai akar (rhizoid), batang dan daun (tetapi bukan akar, batang dan daun sejati), Tidak mempunyai pempuluh angkut.  Pengangkutan zat-zat dilakukan secara lambat dari sel-ke sel. Di dalam siklus hidupnya mengalami metagenesis, yaitu pergiliran keturunan antara generasi gametofit (seksual) dan generasi sporofit (aseksual)
            Lumut dibedakan atas dua kelas, yaitu: Lumut hati (Hepaticeae) dan lumut sejati/daun (Muscii).  Lumut hati tumbuh merayap di permukaan tanah, tepi sungai dan batu-batuan.  Contohnya : Marchantia sp.  Sedang lumut sejati/lumut daun tumbuh di tempat terbuka, bentuknya lebih jelas. Contoh : Sphaghnum, Polytrichum
            Siklus hidup lumut.  Spora lumut jatuh di tempat lembab, tumbuh menjadi protonema.  Protonema tumbuh menjadi tumbuhan lumut, yang nantinya akan menghasilkan gamet, yaitu anteridium (gamet jantan) dan archegonium (gamet betina).  Anteridium menghasilkan spermatozoid, sedang archegonium menghasilkan sel telur. Selanjutnya spermatozoid akan membuahi sel telur dan menghasilkan zigot.  Zigot akan tubuh menjadi sporogonium yang menghasilkan spora.  Selanjtnya spora berkembang menjadi protonema… demikian seterusnya.
Pteridophyta (Paku-pakuan)
            Paku-pakuan mempunyai akar (serabut), batang dan daun sejati, tetapi tidak mempunyai bunga.   Termasuk tumbuhan berpembuluh (tracheophyta); mempunyai pembuluh angkut, yaitu xylem dan floem.  Xilem berfungsi untuk mengangkut air, dan hara/ mineral.  Sedang floem berfungsi untuk mengangkut hasil-hasil fotosintesis.  Sama seperti lumut di dalam siklus hidupnya juga mengalami metagenesis.
            Paku-pakuan (Pteridophyta ) dikelompokkan ke dalam 4 kelas, yaitu:
(1)   Psiloptinae (paku purba), mis : Psilotum nudum
(2)   Equisetinae (paku ekor kuda, mis : Equisetum debile
(3)   Lycopodinae ( paku kawat/paku tiang), mis : Lycopodium, Selaginella
(4)   Filicinae (paku sejati), mis : Adiantum sp (suplir), Marsilea crenata (semanggi)
           
            Paku-pakuan banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias  (bermacam-macam suplir) dan mempunyai nilai estetika yang tinggi.  Selain itu paku-pakuan juga dimanfaatkan sebagai obat-obatan dan sayuran untuk dimakan (mis : pakis dan semanggi)

Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji)
            Spermatophyta atau tumbuhan berbiji adalah tumbuhan yang berkembang biak dengan biji.  Tumbuhan ini disebut juga ‘Anthophyta’ karena mempunyai bunga yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan generative.  Tumbuhan berbiji memiliki akar, batang dan daun sejati, yaitu akar, batang dan daun yang memiliki berkas pembuluh.  Berdasarkan letak bijinya, tumbuhan berbiji dibedakan atas dua kelas, yaitu : tumbuhan biji terbuka (Gymnospermae) dan tumbuhan biji tertutup (Angiospermae).  Gymnospermae adalah tumbuhan yang bijinya tidak dibungkus oleh daging buah, contohnya pakis haji, conifer dan melinjo.  Angiospermae adalah tumbuhan yang bijinya terletak di dalam daun buah.  Angiospermae dibedakan atas dua sub kelas, yaitu  tumbuhan biji berkeping satu (monokotil) dan tumbuhan biji berkeping dua (dikotil)

Klasifikasi Makhluk Hidup (1)

KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP

Tujuan dan Dasar-dasar Klasifikasi Makhluk Hidup

            Klasifikasi (pengelompokan) makhluk hidup bertujuan untuk memudahkan  mengenali, membandingkan dan mempelajari makhluk hidup.  Pengelompokan ini di-d-sarkan atas persamaan-persamaan dan perbedaan perbedaan ciri-ciri makhluk hidup.
            Ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi makhluk hidup adalah taksonomi.
            Carolus Linneaus adalah orang yang pertama sekali cara mengklasifikasikan makhluk hidup.  C. Linneaus mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan tingkatan takson, dengan urutan dari yang terkecil sampai terbesar sbb:
o   Spesies (jenis)
o   Genus (marga)
o   Familia (suku)
o   Ordo (bangsa)
o   Kelas (kelas)
o   Phylum/Division
o   Kingdom (kerajaan)

            Nama Ilmiah
                        Untuk memudahkan kita mengenal dan mempelajari makhluk hidup, semua            makhluk hidup perlu diberi nama.  Nama ilmiah pertama sekali diperkenalkan oleh C.         Linneaus dan telah disepakati oleh para ahli biologi di seluruh dunia.  Nama ilmiah    diberikan kepada setiap jenis makhluk hidup menurut tata nama binomial (binomial      nomenclature).  Aturan tata nama binomial adalah sbb:
-          Nama ilmiah terdiri dari dua kata yang berasal dari bahasa latin/dilatinkan
-          Kata pertama adalah nama genus, diawali dengan huruf capital. Kata kedua adalah penunjuk spesies, diawali dengan huruf kecil.
-          Kedua kata di garis bawahi terpisah atau dicetak miring
                        Contoh            ; Oryza sativa (padi)                           
                                      Carica papaya (papaya)
                                      Felis domestica (kucing)
                                      Columba livia (burung merpati)

Kunci Determinasi
            Kunci-determinasi adalah petunjuk untuk mengenali/mengidentifikasi makhluk hidup yang berisi sederetan deskripsi tentang cirri-ciri makhluk hidup yang disajikan dengan karakter berlawanan(dikotomis)
 Contoh:
1a. Tubuh bersisik……………………………………………………..         2
1b. Tubuh tidak bersisik………………………………………………          5
2a. Berdarah dingin (poikiloterm)………………………………………..     3
2b. Berdarah panas (homoioterm)………………………………………       5
3a. Habitat hanya di air …………………………………………………      ikan
3b. Habitat di air dan di darat………………………………………                    4
4a. jantung terdiri dari 3 ruangan……………………………………….       amphibia   
4b. jantung  terdiri dari 4 ruangan……………………………………...       reptilia
5b. Tidak mempunyai kelenjar susu/tidak menyusukan anaknya………       aves

Klasifikasi Makhluk Hidup (2)

Sistem Klasifikasi Lima Kingdom
            Para ahli Biologi, yang dipelopori oleh Robert H. Whittaker (1969)  sepakat mengelompokkan makhluk hidup atas lima kingdom (kerajaan), yaitu: Monera, Protista, Fungi, Plantae dan Animalia.  Pengelompokan ini berdasarkan tingkatan dan struktur atau susunan sel, yaitu, jumlah sel, ada tidak nya membran inti, dinding sel, dan plastida/klorofil yang menyangkut cara makhluk hidup tersebut memenuhi kebutuhan makanannya.
            Kingdom Monera meliputi makhluk hidup bersel satu yang tidak memiliki membran inti (prokaryot). Kingdom Monera terdiri dari : bakteri dan sianobakter (ganggang hijau biru).  Sebagian bakteri memiliki peranan positif bagi kehidupan seperti membantu proses fermentasi makanan/minuman (seperti fermentasi yoghurt oleh Lactobacillus casei dan fermentasi sari kelapa oleh Acetobacter xylinum), menghasilkan antibiotic, menyuburkan tanah dan mengendalikan hama.  Tetapi ada juga bakteri yang merugikan manusia karena dapat menimbulkan penyakit (bersifat pathogen) seperti disentri, typus, kolera, peneumoniae, tetanus dll.  Selain menyerang manusia, bakteri juga dapat menyerang tumbuhan dan hewan.
            Kingdom protista meliputi makhluk hidup bersel satu atau bersel banyak yang tidak terdifrensiasi dan memiliki membrane inti (eukaryot). Kingdom ini terdiri dari  Protista yang memiliki sifat seperti hewan (heterotrof) yang dikenal dengan Protozoa, Protista yang memiliki sifat seperti  tumbuhan (autotrof) yang dikenal sebagai alga (ganggang) dan Protista yang memiliki cirri seperti jamur, yang meliputi jamur air dan jamur lendir.
            Kindom Fungi meliputi organisme multiseluler (banyak sel dan telah berdifrensiasi) dan memiliki membran inti, dinding sel, tetapi tidak memiliki plastid/klorofil, sehingga tidak dapat mensintesis makanannya sendiri (heterotrof).  Seperti halnya bakteri, fungi juga memiliki peranan penting bagi kehidupan seperti membantu proses fermentasi makanan (tape, tempe, keju, roti), menghasilkan antibiotik, menyuburkan tanah dll. Ada juga jamur yang dapat dimakan seperti jamur merang, jamur tiram, jamur kancing dan jamur shiitake
            Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan) meliputi organism multiseluler yang telah berdifrensiasi menjadi jaringan, memiliki membrane inti (eukaryot) dan dinding sel, serta dapat mensintesis sendiri makanannya melalui proses fotosintesis. Kelompok ini terdiri dari lumut (bryophyta), paku-pakuan (pteridophyta) dan tumbuhan berbiji (spermatophyte), yang terdiri dari tumbuhan biji terbuka (gymnospermae) dan tumbuhan biji tertutup (angiospermae)
            Kingdom Animalia meliputi organisme multiseluler (banyak sel dan telah berdifrensiasi) dan memiliki membran inti, tetapi tidak memiliki dinding sel plastida/klorofil, sehingga tergantung kepada makhluk hidup lain karena tidak dapat mensintesis makanannya sendiri (heterotrof). Kingdom ini terdiri dari hewan tak bertulang belakan (avertebrata) dan hewan bertulang belakang (vertebrata).  Avertebrata terdiri dari 8 phylum, yaitu : Porifera, Coelentrata, Platyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Artrophoda dan Echinodermata.  Sedang vertebrata terdiri dari 5 phyllum, yaitu : Pisces, Amphibia, Reptilia, Aves dan Mammalia.